Resep Croissant Prancis Renyah ala Boulangerie Paris: Flaky, Berlapis, Anti Gagal

10 Resep Makanan Prancis yang Paling Ikonik Sepanjang Masa
January 7, 2026

Kalau kamu pernah makan croissant di boulangerie Paris, kamu tahu bedanya: kulitnya renyah-serpih, dalamnya berongga seperti sarang lebah, aromanya buttery tapi nggak enek. Kabar baiknya: hasil seperti itu bisa kamu kejar di rumah—asal paham dua hal yang sering bikin orang gagal: suhu dan laminasi.

Di bawah ini resep croissant Prancis versi rumahan yang tetap serius: ukuran gram jelas, step-by-step rapi, dan ada “pagar pengaman” biar butter nggak bocor dan lapisan nggak rusak. Ini juga nyambung banget buat koleksi resep makanan Prancis yang beneran otentik.


Kunci rasa “Paris”: butter + suhu + kesabaran

Croissant itu bukan roti cepat. Ini permainan ketelitian.

Tiga rahasia utamanya:

  • Butter kualitas tinggi (82% lemak): ini bikin aroma dan lapisan jadi lebih “rapi”.

  • Dingin terkontrol: adonan dan butter harus dingin, tapi masih lentur.

  • Jangan buru-buru proof: overproof bikin lapisan ambyar, underproof bikin bantat.


Bahan (untuk ±12 croissant)

Adonan (détrempe)

  • Tepung terigu protein tinggi: 500 g

  • Gula: 60 g

  • Garam: 10 g

  • Ragi instan: 7 g (atau ragi kering aktif 9 g)

  • Susu dingin: 250 g

  • Air dingin: 50 g (sesuaikan, lihat tekstur)

  • Mentega leleh (dingin): 40 g

Butter untuk laminasi

  • Mentega tawar 82% lemak: 250 g

Egg wash

  • 1 butir telur + 1 sdm susu (kocok)

Catatan bahan (biar realistis di Jakarta):

  • Kalau dapet butter impor 82% (biasanya di supermarket besar), pakai itu.

  • Tepung protein tinggi bikin struktur kuat, tapi jangan kebanyakan ulen.


Timeline paling aman (biar nggak stres)

Hari 1 malam: bikin adonan → kulkas semalaman
Hari 2 pagi: laminasi + lipat → bentuk → proof 2–3 jam → panggang

Kalau kamu memaksa selesai dalam 3 jam: bisa, tapi hasilnya jarang “Paris”.


Langkah 1: Bikin adonan (jangan diulen brutal)

  1. Campur tepung, gula, garam. Masukkan ragi (jangan nempel langsung ke garam kalau kamu khawatir ragi “kaget”, amanin aja pisah sisi).

  2. Tuang susu dingin + air dingin, aduk sampai menyatu.

  3. Masukkan mentega leleh yang sudah dingin. Aduk/ulen pelan sampai adonan kalis cukup.

Target tekstur: halus, elastis ringan, tapi tidak sampai super-kalis seperti roti sobek.

  1. Bulatkan, tutup, diamkan 30–45 menit suhu ruang.

  2. Kempiskan pelan, bentuk kotak pipih, bungkus rapat, kulkas minimal 8 jam.

Kenapa harus dingin lama?
Gluten jadi stabil, adonan gampang digiling, dan rasa lebih “matang”.


Langkah 2: Siapkan butter block (ini penentu lapisan)

  1. Taruh mentega di antara kertas roti.

  2. Geprek dan bentuk jadi kotak 15×15 cm tebal rata.

  3. Simpan di kulkas 10–15 menit.

Target suhu butter: dingin tapi lentur. Kalau keras banget, nanti pecah; kalau lembek, bocor.


Langkah 3: Encase butter (masukkan butter ke adonan)

  1. Giling adonan jadi kotak sekitar 25×25 cm.

  2. Taruh butter block di tengah (posisi “diamond” miring).

  3. Lipat sudut adonan menutup butter sampai rapat. Seperti bungkus amplop.

Tips penting: rapatkan sambungan. Celah kecil = butter keluar = lapisan rusak.


Langkah 4: Laminasi (3 kali lipatan, santai tapi presisi)

Kamu bisa pilih:

  • 3x single fold (lipat tiga) = paling umum, hasil bagus

  • atau 1 double fold + 1 single fold = lebih cepat, tapi butuh feel

Metode 3x single fold (rekomendasi)

Putaran 1

  1. Giling jadi persegi panjang panjang (± 20×60 cm).

  2. Lipat tiga seperti surat: atas ke tengah, bawah ke atas.

  3. Bungkus, kulkas 30 menit.

Putaran 2

  1. Putar adonan 90° (biar arah lapisan konsisten).

  2. Giling lagi, lipat tiga lagi.

  3. Kulkas 30 menit.

Putaran 3
Ulangi sekali lagi. Setelah lipatan ke-3, kulkas 45–60 menit sebelum dibentuk.

Aturan emas laminasi:

  • Kalau adonan mulai melawan/menyusut → berhenti, kulkas.

  • Kalau butter terasa lembek → berhenti, kulkas.

  • Kamu menang bukan karena cepat, tapi karena dingin terkontrol.


Langkah 5: Bentuk croissant (biar spiralnya cantik)

  1. Giling adonan jadi lembaran ±4 mm tebalnya.

  2. Potong segitiga: lebar alas 9–10 cm, tinggi 20–22 cm.

  3. Buat sayatan kecil 1–2 cm di tengah alas (opsional, bikin “tanduk” lebih terbuka).

  4. Tarik ujung segitiga sedikit memanjang, lalu gulung dari alas ke ujung tanpa menekan.

  5. Letakkan ujung segitiga di bawah (biar nggak kebuka saat panggang), tekuk sedikit membentuk bulan sabit.


Langkah 6: Proofing (ini bagian yang sering kebablasan)

Susun di loyang, beri jarak. Tutup longgar.

Proof ideal: 26–28°C selama 2–3 jam sampai:

  • mengembang terlihat “ringan”

  • jika loyang digoyang pelan, croissant terlihat jiggly

  • lapisan masih terlihat, tidak “meleleh”

Jangan proof panas (di atas 30°C): butter keburu cair, lapisan ambrol.


Langkah 7: Egg wash + panggang (bikin glossy keemasan)

  1. Panaskan oven 200–210°C (api atas-bawah).

  2. Oles egg wash tipis (jangan sampai netes ke sisi lapisan, itu bisa “ngelock” layer).

  3. Panggang:

  • 10 menit pertama di 200–210°C

  • turunkan ke 180–190°C lanjut 8–12 menit sampai cokelat keemasan

Tanda matang: harum buttery, kulit kering, ringan saat diangkat, dan bunyi “kres” halus saat diketuk.


Ciri croissant ala boulangerie (yang kamu kejar)

  • Luar flaky: serpihnya rapi, bukan remah roti

  • Dalam honeycomb: rongga besar-kecil seperti sarang lebah

  • Tidak berminyak: kalau banyak butter bocor, hasil jadi berat


Masalah umum + cara beresin (anti ulang gagal)

Butter bocor saat panggang

Penyebab: butter terlalu lembek / proof terlalu panas / sambungan encase bocor.
Solusi: dinginkan lebih sering, proof di suhu moderat, rapatkan seam.

Lapisan nggak kelihatan, tekstur seperti roti biasa

Penyebab: terlalu ditekan saat menggiling/ menggulung, atau lipatan kurang.
Solusi: giling dengan tekanan stabil, jangan “ngegas”, dan lakukan 3 lipatan rapi.

Croissant bantat

Penyebab: underproof atau ragi lemah.
Solusi: proof sampai jiggly dan pastikan ragi aktif.


Penyimpanan biar tetap renyah

  • Paling enak: dimakan hari yang sama.

  • Simpan 1 hari: wadah tertutup suhu ruang.

  • Reheat: oven 160°C 5–7 menit (lebih bagus daripada microwave).

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,